Gaya Hidup

Unik! Suara Gamelan dan Kostum Warok Hiasi Pembagian MBG di Sekolah Temanggung

Kombinasi Budaya dan Gizi yang Menarik Perhatian Siswa

Irama gamelan terdengar menggema di lingkungan sekolah saat rombongan berkostum warok memasuki halaman. Pemandangan tak biasa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa yang tengah menunggu pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik kostum dan alunan musik tradisional, terselip misi penting untuk menyalurkan makanan sehat kepada generasi muda.

Petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Danupayan, Kabupaten Temanggung, sengaja mengusung konsep budaya dalam setiap pengantaran MBG. Enam orang petugas tampil layaknya seniman warok, lengkap dengan busana khas dan iringan gamelan, saat mendatangi sejumlah sekolah, termasuk SMP Negeri 2 Bulu. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga merasakan kegembiraan yang dapat meningkatkan selera makan dan ketertarikan terhadap program gizi.

Menurut Mitra SPPG Danupayan, Risa Kurnia Sari, ide ini muncul sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi budaya lokal kepada anak-anak. Temanggung memiliki kekayaan seni tradisional yang kuat, seperti warok dan kuda lumping. Potensi budaya tersebut kemudian dipadukan dengan program nasional agar anak-anak lebih akrab dengan tradisi sekaligus memahami pentingnya asupan bergizi bagi tumbuh kembang mereka.

Rombongan warok yang datang bukan untuk pentas, melainkan membawa kotak-kotak makanan sehat. Kehadiran mereka membuat halaman sekolah seketika ramai. Para siswa berbondong-bondong mendekat, menyaksikan langsung para petugas yang tampil unik, lalu menerima paket makanan dengan wajah sumringah.

Risa menegaskan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan beberapa kali dan mendapatkan respons positif. Anak-anak terlihat lebih antusias, bahkan menunggu kedatangan rombongan dengan penuh rasa ingin tahu. Hal ini menjadi indikator bahwa pendekatan kreatif mampu meningkatkan partisipasi dan penerimaan program.

Salah satu siswa, Yuyun, mengungkapkan kegembiraannya. Ia mengatakan suasana sekolah terasa lebih hidup dan berbeda dari biasanya. Kehadiran petugas berkostum warok membuat momen pembagian makanan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Ia juga menilai bahwa kegiatan tersebut dapat memotivasi siswa untuk tidak melewatkan waktu makan.

Dengan suasana yang ceria, anak-anak lebih terdorong untuk menghabiskan makanan bergizi yang disediakan. Melalui inovasi sederhana namun sarat makna, SPPG Danupayan membuktikan bahwa pelayanan pemenuhan gizi dapat dikemas secara menarik. Kolaborasi antara seni tradisional dan program kesehatan menjadi contoh bahwa budaya lokal dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Manfaat Program MBG yang Dikemas dengan Budaya Lokal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya nutrisi. Dengan menggabungkan elemen budaya, seperti gamelan dan kostum warok, program ini menjadi lebih menarik bagi siswa. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya makanan bergizi.

Selain itu, program ini juga mendorong partisipasi aktif dari siswa. Mereka tidak hanya menerima makanan, tetapi juga terlibat dalam proses pembagian yang penuh warna dan semangat. Ini menciptakan iklim belajar yang lebih positif dan membangun hubungan yang baik antara siswa dan petugas.

Kolaborasi antara budaya dan program kesehatan juga memberikan pelajaran nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Anak-anak belajar bahwa budaya tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari solusi masalah sosial, seperti kurangnya akses terhadap makanan bergizi.

Inovasi yang Berkelanjutan

SPPG Danupayan terus berupaya untuk memperbaiki dan mengembangkan program MBG. Dengan pendekatan yang kreatif dan berbasis budaya, mereka menunjukkan bahwa inovasi tidak harus rumit atau mahal. Yang terpenting adalah mampu menciptakan dampak positif pada masyarakat.

Kehadiran rombongan warok di sekolah-sekolah menjadi bukti nyata bahwa perpaduan antara seni dan kesehatan bisa menjadi solusi yang efektif. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang bermakna dan berkesan.


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button