Teknologi

Gempa 5,6 SR di Pacitan Tidak Picu Tsunami, Dirasakan hingga Karanganyar

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, Jawa Timur

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026). Peristiwa ini terjadi pada pukul 14.47 WIB dan berada di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada sekitar 86 kilometer Tenggara Pacitan, dengan koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur.

Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi ini juga disampaikan melalui akun Twitter resmi BMKG, @infoBMKG, yang menyebutkan detail-data gempa secara lengkap.

Meski gempa berpusat di Pacitan, getaran yang dirasakan tidak hanya terbatas di wilayah Jawa Timur. Warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, juga merasakan dampaknya. Salah satu warga, Winda, yang bekerja di area Kecamatan Colomadu, mengaku merasakan getaran selama sekitar 10 detik.

“Aku di kantor kerasa banget,” ujar Winda kepada Tribunnews Solo, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa getaran terasa cukup kuat, meskipun tidak sampai memicu kepanikan. Saat ini, kondisi di sekitar lokasi masih aman dan tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

Namun, tidak semua warga merasakan gempa. Dwi, warga yang tinggal di Sukoharjo, mengatakan bahwa ia tidak merasakan getaran sama sekali. “Enggak merasakan, mungkin pas lagi di jalan,” katanya. Sementara itu, Nisa, warga Kabupaten Boyolali, juga menyatakan bahwa ia tidak merasakan gempa pada hari itu.

“Di sini nggak kerasa,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, membenarkan bahwa gempa yang berpusat di tenggara Pacitan memang terasa hingga wilayah Ponorogo. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.

“Namun sampai sekarang belum ada laporan kerusakan. Tentu nanti akan kami update kembali jika ada,” jelas Masun.

Peristiwa gempa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana alam. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait seperti BMKG dan BPBD.

Dengan adanya gempa yang terjadi, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan darurat dan tindakan cepat dalam situasi kritis. Selain itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan hidup di wilayah rawan gempa.

Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG dan lembaga lainnya untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Hasil pemantauan akan terus diberikan kepada masyarakat melalui saluran resmi agar dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button