
Menjelang gelaran akbar Pesta Wirausaha Nasional 2026, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar pembekalan bagi 350 pengurus dan calon pengurus dari berbagai daerah di Indonesia melalui kegiatan Next Generation Leadership (NGL) di Aleesha Venue, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Di tengah semakin kompleksnya tantangan dunia usaha dan perubahan lanskap ekonomi nasional, TDA tampak berupaya memastikan estafet kepemimpinan tidak hanya berlangsung secara administratif, tetapi juga ideologis. Para calon pemimpin komunitas diajak kembali memahami akar sejarah, nilai dasar, dan semangat awal yang melahirkan TDA dua dekade silam.
Dua pendiri TDA, Badroni Yuzirman dan Iim Rusyamsi, hadir langsung membagikan kisah lahirnya komunitas yang kini menjadi salah satu jaringan pengusaha terbesar di Indonesia. Mereka mengenang bagaimana TDA bermula dari diskusi sederhana para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pasar Tanah Abang pada tahun 2006.
Berangkat dari kegelisahan yang sama, sejumlah pengusaha saat itu berinisiatif membangun ruang belajar, diskusi, dan silaturahmi bagi para pelaku usaha yang ingin berkembang bersama. Dari forum kecil tersebut, TDA tumbuh menjadi gerakan kewirausahaan yang kini memiliki ribuan anggota dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pembekalan Menjelang Pesta Wirausaha Nasional 2026
Dalam sesi yang berlangsung hangat namun reflektif, kedua founder menegaskan pentingnya menjaga “DNA TDA” di tengah pertumbuhan organisasi yang semakin besar. Nilai-nilai berbagi, kolaborasi, pembelajaran, dan semangat memberi manfaat kepada sesama dinilai tidak boleh hilang hanya karena organisasi terus berkembang.
“Kita boleh bertumbuh besar, tetapi jangan sampai kehilangan alasan mengapa TDA didirikan,” menjadi pesan yang berulang kali disampaikan kepada para peserta.
Momentum NGL tahun ini juga menjadi penanda transisi kepemimpinan nasional TDA. Presiden TDA 8.0, Eko Destiyanto, yang masa amanahnya akan berakhir pada tahun ini, turut hadir memberikan refleksi perjalanan kepemimpinannya selama satu periode terakhir.
Sementara itu, tongkat estafet organisasi akan segera beralih kepada Ferdian, Presiden TDA 9.0 terpilih. Pergantian kepemimpinan ini dipandang sebagai fase penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus menjawab tantangan baru yang dihadapi para pelaku usaha nasional.
Selain menghadirkan para founder dan pimpinan nasional, NGL juga diisi oleh sejumlah tokoh internal TDA yang telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola komunitas selama bertahun-tahun.
Para pemateri berbagi pengalaman tentang kepemimpinan, pengelolaan organisasi, pengembangan anggota, hingga strategi menjaga relevansi komunitas di tengah perubahan zaman.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Pekan Pesta Wirausaha Nasional 2026, yang akan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pesta Wirausaha Nasional 2026 diproyeksikan menjadi salah satu forum kewirausahaan terbesar di Indonesia dengan menghadirkan sekitar 12.000 pelaku usaha dari berbagai daerah.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang jejaring bisnis, tetapi juga ruang pertukaran gagasan, kolaborasi, dan penguatan ekosistem kewirausahaan nasional.
Rencananya, pembukaan Pesta Wirausaha Nasional 2026 akan dihadiri dan dibuka oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Sejumlah pejabat tinggi negara juga dijadwalkan hadir, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta sejumlah tokoh publik dan figur nasional lainnya.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih membayangi sektor usaha, terutama bagi UMKM, Pesta Wirausaha Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana komunitas pengusaha mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Namun pertanyaan yang lebih besar adalah apakah pertumbuhan organisasi yang semakin masif mampu tetap menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya sejak lahir di Tanah Abang dua puluh tahun lalu.
Jawaban atas pertanyaan itulah yang tampaknya mulai dicari melalui forum Next Generation Leadership: memastikan bahwa pergantian pemimpin bukan sekadar pergantian nama, melainkan keberlanjutan visi, semangat, dan karakter yang selama ini menjadi identitas TDA.



