Kesehatan

Aksi Hebat Anak 11 Tahun Selamatkan Wanita dengan Teknik Heimlich

Aksi Heroik Anak Usia 11 Tahun yang Menyelamatkan Nyawa Orang Lain

Sebuah video viral di TikTok menampilkan aksi luar biasa seorang anak perempuan berusia 11 tahun asal China yang berhasil menyelamatkan seorang pengunjung restoran dari risiko kematian akibat tersedak mutiara boba.

Kejadian ini terjadi di sebuah restoran hotpot di Shenyang dan menjadi sorotan karena ketenangan serta kecepatan sang anak dalam bertindak.

Kronologi Kejadian yang Membuat Korban Tersedak

Kejadian tersebut diketahui terjadi pada 8 Agustus 2024, saat seorang perempuan tersedak mutiara boba setelah meminum bubble tea untuk mengurangi rasa pedas. Dalam video CCTV yang dibagikan pihak restoran, korban terlihat harus berdiri dan meminta bantuan kepada staf dan teman-temannya karena tidak bisa bernapas.

Meskipun staf dan teman-temannya mencoba menepuk punggungnya, upaya tersebut gagal. Saat kekacauan terjadi, Hu Zihan, anak perempuan usia 11 tahun yang duduk di meja sebelah, langsung turun tangan. Awalnya aksinya diabaikan karena dianggap tidak mampu membantu, namun ia justru berhasil menyelamatkan korban dengan menerapkan teknik Heimlich yang telah dipelajarinya.

Dalam waktu kurang dari 30 detik, tiga mutiara boba keluar dari mulut korban, dan perempuan itu selamat. Kejadian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dasar pertolongan pertama bisa sangat berguna dalam situasi darurat.

Pentingnya Mengajarkan Anak Latihan Pertolongan Pertama

Aksi Hu Zihan menjadi contoh baik bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang latihan pertolongan pertama sejak dini. Hu Zihan sendiri adalah relawan Palang Merah Liaoning yang baru saja belajar teknik Heimlich pada 1 Agustus, tepat seminggu sebelum kejadian tersebut.

Ini membuktikan bahwa pelatihan dasar pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa, bahkan oleh anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengikutsertakan anaknya dalam program seperti basic life support (BLS) atau pelatihan Palang Merah. Dengan mengikuti pelatihan ini sejak usia dini, anak-anak dapat membantu diri sendiri maupun orang sekitar ketika membutuhkan bantuan, seperti yang dilakukan Zihan.

Apa Itu Heimlich dan Bagaimana Cara Melakukannya?

Heimlich manuver adalah metode pertolongan pertama untuk kasus tersedak yang digunakan pada orang dewasa dan anak-anak. Teknik ini efektif untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran napas. Berikut langkah-langkah melakukan teknik Heimlich:

  • Untuk dewasa/anak besar: Posisikan tangan di bagian atas perut korban, lalu berikan tekanan kuat ke arah dalam dan ke atas.
  • Untuk bayi: Tengkurapkan bayi di lengan, tepuk punggung perlahan sebanyak 5 kali, lalu balikkan dan tekan dada dengan dua jari.

Jika korban tidak sadarkan diri, segera hubungi ambulans dan lakukan CPR jika terlatih. Dengan menerapkan teknik ini, benda asing yang menyebabkan tersedak bisa lebih cepat dikeluarkan dan napas kembali normal.

Tips Penting Saat Anak Tersedak

Selain teknik Heimlich, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat anak mengalami tersedak. Pertama, jangan panik dan tetap tenang. Kedua, pastikan posisi anak benar dan hindari memberikan makanan atau minuman tambahan. Ketiga, jika tidak mampu membantu, segera cari bantuan medis.

Anak-anak, terutama balita, lebih rentan mengalami tersedak karena ukuran saluran napas yang masih kecil. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda tersedak dan penyebabnya. Jika anak tiba-tiba batuk keras, sulit bernapas, atau wajahnya berubah warna, segera lakukan tindakan darurat.

Aksi heroik Hu Zihan mengajarkan kita bahwa kepedulian dan pengetahuan pertolongan pertama bisa datang dari siapa saja, bahkan dari anak kecil. Dengan menguasai skill dasar penyelamatan, siapa pun bisa menjadi pahlawan dalam situasi darurat. Yuk, bekali diri dan keluarga dengan pengetahuan dasar pertolongan pertama agar siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button