Kecantikan

7 Bahaya Menggunakan Makeup Tester, Jangan Asal Pakai!

Bahaya Mencoba Makeup Tester yang Harus Diketahui

Saat mengunjungi toko kosmetik, kamu mungkin merasa tertarik untuk mencoba produk riasan yang disediakan sebagai makeup tester. Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan apakah produk tersebut cocok dengan kulitmu sebelum membelinya. Namun, para ahli menyarankan agar kamu berpikir dua kali sebelum melakukannya. Menggunakan makeup tester bisa membawa risiko kesehatan yang tidak terduga karena produk tersebut sering digunakan oleh banyak orang dan rentan terkontaminasi.

Berikut adalah beberapa bahaya yang mungkin terjadi jika kamu menggunakan makeup tester:

1. Risiko Jerawat

Jerawat bisa muncul akibat penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit atau karena kontaminasi bakteri. Produk riasan yang digunakan oleh banyak orang biasanya mengandung banyak bakteri. Jika concealer atau alas bedak dibiarkan terbuka selama beberapa waktu, bakteri dapat berkumpul dan menetap. Penggunaan satu kali saja bisa menularkan infeksi dan menyebabkan jerawat.

2. Menggunakan Produk Kedaluwarsa

Setiap jenis riasan memiliki masa pakai yang berbeda setelah dibuka. Misalnya:
* Maskara dan eyeliner cair aman digunakan selama tiga bulan, maksimal enam bulan.
* Eyeliner pensil dan eyeliner gel dapat digunakan hingga satu tahun.
* Produk bedak seperti eye shadow, jika disimpan dengan benar, bebas dari kelembapan, dan digunakan dengan kuas/aplikator yang bersih, dapat bertahan hingga dua tahun.

Sayangnya, kamu tidak tahu kapan produk tester pertama kali dibuka. Hal ini bisa membuat produk terkontaminasi jika digunakan secara teratur.

3. Cold Sore

Menggunakan lipstik atau produk bibir lainnya bisa menyebabkan kamu tertular cold sore, yaitu kondisi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Cold sore bisa datang dan pergi berulang kali seumur hidup. Meskipun tidak ada obat permanen, pengobatan dapat membantu mengatasi infeksi. Dokter dapat meresepkan obat oral atau krim antivirus untuk membantu menyembuhkan luka lebih cepat.

4. Infeksi Mata

Makeup tester bisa berbahaya bagi seluruh kulit wajah, tetapi mata adalah area yang paling berisiko. Alasannya, kulit di sekitar mata tipis dan sangat sensitif sehingga rentan terhadap infeksi. Paparan virus dalam jumlah kecil sekalipun dapat menyebabkan infeksi yang sangat tidak nyaman. Jika kamu memiliki tanda-tanda infeksi virus, buatlah janji bertemu dengan dokter mata. Tanda-tandanya, meliputi:
* Keluar cairan.
* Pembengkakan pada kelopak mata.
* Radang pada bagian putih mata.

5. Penumpukan Residu

Kulit setiap orang memiliki kombinasi unik antara minyak, sel kulit mati, dan kotoran lainnya. Jika produk riasan digunakan bersama, residu ini dapat berpindah dari kulit seseorang ke produk dan kemudian ke kulit orang lain. Seiring waktu, residu ini dapat terakumulasi dalam riasan. Ini menyebabkan kualitas produk menurun dan pori-pori berpotensi tersumbat, muncul jerawat, atau kulit tampak kusam.

6. Infeksi Staph

Banyak orang yang tampak sehat ternyata membawa bakteri staph di dalam tubuhnya. Namun, orang-orang ini dapat menyebarkan bakteri dengan berbagai macam cara, salah satunya saat mereka mencoba makeup tester. Banyak infeksi seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis yang mungkin tersembunyi dalam produk rias wajah. Dibutuhkan kondisi yang tepat dan pengelompokan bakteri yang tepat untuk memicu infeksi. Jika kamu memiliki imun yang lemah, infeksi staph bisa menyebabkan berbagai gejala.

7. Kontaminasi Bakteri dan Jamur

Setelah digunakan, produk riasan harus segera ditutup untuk mencegah bakteri menumpuk di sana. Meskipun banyak produk riasan mengandung bahan pengawet yang melawan bakteri, penting untuk menaruh riasan di tempat yang tepat dan mentup setiap produk dengan benar. Sementara itu, riasan yang dijadikan tester jarang sekali diperlakukan dengan baik. Banyak di antaranya dibiarkan tetap terbuka setelah dipakai. Bahkan, tidak sedikit yang tutupnya hilang entah ke mana. Bakteri dan spora jamur ada di mana-mana dan dapat menginfeksi riasan yang dibiarkan terbuka.

Jadi, jangan mengaplikasikan tester langsung ke wajah. Jika terpaksa, selalu aplikasikan di tangan. Juga, jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air atau gunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah mengunjungi konter riasan.

Satu-satunya tester yang aman dicoba adalah yang memiliki wadah berbentuk pump atau produk sekali pakai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button