Uncategorized

DPRD Bondowoso Marah, Akan Panggil Kepala Dispenduk Akibat Kelalaian Olimpiade Sains

Kekisruhan Data Siswa di Bondowoso Terkait OSN

Sejumlah siswa berprestasi tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso yang sebelumnya lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten (OSN-K) kini menghadapi ancaman diskualifikasi. Nama-nama mereka tidak tercantum dalam daftar resmi peserta OSN tingkat provinsi, sehingga menyebabkan kekecewaan besar di kalangan wali murid dan siswa.

Penyebab Kelalaian Teknis

Berdasarkan dugaan kuat, masalah ini muncul akibat kesalahan teknis saat proses pengunggahan data administrasi oleh dinas terkait ke sistem pusat. Sistem pusat meminta dokumen dalam format .jpg, namun ada oknum operator yang justru mengunggah berkas dalam format .pdf. Hal ini menyebabkan berkas tersebut ditolak secara otomatis oleh sistem.

Ironisnya, hingga batas akhir pengumpulan berkas pada 22 Juni 2026 lalu, kesalahan teknis ini belum juga diperbaiki. Akibatnya, nama para siswa yang seharusnya lolos tidak terdata sama sekali dalam sistem digital panitia pusat.

Respons dari DPRD Bondowoso

Menanggapi kekisruhan ini, Komisi IV DPRD Bondowoso berencana memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk meminta klarifikasi menyeluruh. Anggota Komisi IV, A Mansur, menegaskan bahwa pihak dewan akan menindaklanjuti masalah ini secara serius.

“Kami pasti akan menindaklanjuti masalah ini secara serius. Kami menjadwalkan pemanggilan Kepala Dispendik Bondowoso untuk mengetahui secara pasti apa akar masalahnya. Kami berharap dinas bisa mengupayakan solusi nyata agar kekecewaan masyarakat ini bisa segera diatasi,” ujar Cak Mansur.

Selain itu, pihaknya bersama pemerintah daerah akan berupaya mengetuk pintu kebijakan di tingkat Provinsi hingga Kementerian Pusat agar anak-anak Bondowoso tetap bisa mengikuti ujian OSN sesuai jadwal yang ditentukan melalui jalur dispensasi khusus.

Tanggung Jawab Disdik Bondowoso

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, membenarkan adanya anomali data tersebut. Namun, ia menyebut bahwa dugaan salah format unggah berkas .pdf tersebut sejauh ini baru sebatas perkiraan evaluasi internal jajarannya.

“Kami juga belum tahu pasti apa penyebab utamanya, apakah mutlak karena format itu atau ada gangguan lain. Kami masih menelusuri,” kata Taufan.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan birokrasi, Disdik Bondowoso telah mengirimkan surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan menyertakan lampiran bukti tangkapan layar (screenshot) serta dokumentasi foto autentik pelaksanaan OSN di tingkat kabupaten.

Tidak hanya bersurat, Disdik Bondowoso juga mengutus tim khusus untuk berkoordinasi langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Taufan juga mengklaim bahwa problem kegagalan sistem penginputan data OSN ini disinyalir tidak hanya menimpa wilayahnya, melainkan dialami juga oleh daerah lain, salah satunya Pemerintah Kota Batu.

“Kami sedang mengurusi masalah ini secara intensif dan kami bertanggung jawab penuh. Kami meminta para wali murid untuk sedikit bersabar menunggu surat balasan resmi dari Puspresnas. Kami terus menanyakan kejelasan nasib anak-anak kita ke pusat,” pungkas Taufan.

Reaksi Warga dan Tuntutan Kejelasan

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh sejumlah wali murid yang merasa dirugikan. Mereka datang ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso pada Senin (29/6/2026) guna menuntut kejelasan nasib anak-anak mereka. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah titik lokasi SMPN 2 Tenggarang.

Wali murid menuntut penjelasan yang transparan dan solusi nyata agar anak-anak mereka tidak kehilangan kesempatan untuk mengikuti OSN tingkat provinsi. Mereka berharap pihak dinas dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan kepastian bagi para siswa.

Langkah Selanjutnya

Sementara itu, Disdik Bondowoso terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Mereka berharap surat balasan dari Puspresnas segera diterima, sehingga bisa segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut.

Masalah ini juga menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait, terutama dalam hal pengelolaan data dan proses administrasi. Dengan kesalahan seperti ini, harapan dan mimpi para siswa berprestasi bisa terancam, dan ini harus dihindari di masa depan.


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button