Tokoh

Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tidak Ada Mens Rea, Siapkan Stand-up Baru



Pandji Pragiwaksono akhirnya memberikan penjelasan mengenai isu terkini yang ramai dibicarakan, yaitu apakah pertunjukan stand-up comedy Mens Rea akan dilanjutkan dengan versi kedua. Nama komika ternama ini kembali menjadi perbincangan setelah potongan materi stand-up politiknya viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube miliknya, Pandji menjelaskan alasan mengapa ia tidak akan membuat Mens Rea Part 2. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah tanda untuk berhenti berkarya, melainkan bagian dari prinsip pribadinya dalam menciptakan pertunjukan.

“Saya tidak pernah mengulang judul,” ujarnya saat menjawab pertanyaan netizen. Menurut Pandji, Mens Rea merupakan pertunjukan spesial ke-10 dalam kariernya. Sejak awal, setiap pertunjukan selalu memiliki konsep dan judul yang berbeda-beda.

Ia juga memastikan bahwa keabsenan Mens Rea Part 2 bukan berarti ia berhenti tampil. Justru sebaliknya, ia sedang menyiapkan pertunjukan baru yang akan datang. Namun, ia menyampaikan bahwa proses kreatif membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Untuk Mens Rea saja, saya butuh lebih dari satu tahun untuk menulis materi dan satu tahun lainnya untuk menguji materi tersebut di panggung open mic,” jelasnya.

Selain itu, Pandji menegaskan bahwa isu politik tetap akan menjadi bagian penting dari pertunjukan barunya. Ia mengatakan bahwa topik politik dekat dengan dirinya, sehingga tidak mungkin untuk dihindari. Namun, ia juga menyebut bahwa materi stand-up-nya tidak hanya berisi kritik politik.

“Saya sering menyisipkan topik lain agar pertunjukan tetap seimbang dan menghibur,” tambahnya.

Beberapa cuplikan Mens Rea yang kembali viral menunjukkan bahwa Pandji kerap menyentuh isu sosial dan politik nasional. Materi tersebut kembali mendapat perhatian karena meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu-isu politik.

Menurut Pandji, Mens Rea tidak dirancang untuk mengubah sikap para politisi. Ia menilai bahwa stand-up comedy lebih cocok sebagai sarana refleksi bagi penonton.

“Mens Rea itu tidak didesain untuk mengubah para politisi, karena percuma,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa komedi bisa menjadi medium kritik yang jujur dan aman untuk menyampaikan keresahan publik. Lewat humor, pesan-pesan yang berat bisa diterima dengan cara yang lebih ringan.

Di tengah pro dan kontra terhadap materi stand-up politik, Pandji berharap publik dapat memahami konteks yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukanlah serangan personal.

Sementara menunggu pertunjukan terbarunya, Pandji mengajak penonton untuk menonton kembali pertunjukan spesialnya yang lalu. Setiap pertunjukan memiliki tema dan pendekatan yang berbeda, sehingga bisa menjadi pengalaman yang berbeda pula.

Dengan pernyataan tersebut, Pandji memastikan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan panggung stand-up comedy. Justru, ia sedang mempersiapkan karya baru dengan isu politik sebagai salah satu tema utamanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button