Bisnis

Panen Jagung Capai 17.556 Ton, Kuningan Miliki Senjata Canggih Turunkan Harga Pakan Ternak

Kuningan Berupaya Kuat Meningkatkan Hilirisasi Pertanian dengan Jagung Pakan

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, saat ini sedang giat melakukan berbagai langkah untuk memperkuat hilirisasi pertanian. Salah satu komoditas utama yang menjadi fokus adalah jagung pakan, yang diharapkan dapat menjadi pendukung utama industri peternakan lokal.

Upaya ini dinilai sangat penting untuk menjaga stok bahan baku pakan ternak tetap aman serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Langkah nyata ini terlihat saat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, memimpin langsung panen jagung di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura, Desa Geresik, pada Sabtu (27/2/2026).

Berdasarkan data tahun 2025, luas panen jagung di Kuningan sudah mencapai 3.039 hektare dengan total produksi yang menembus angka 17.556 ton. Tren positif ini terus berlanjut di awal 2026, di mana sepanjang Januari hingga Februari saja, produksi jagung sudah menyentuh 8.015 ton meski luas tanam sempat mengalami fluktuasi.

Wahyu Hidayah menekankan bahwa jagung pakan merupakan “jantung” bagi ekosistem pangan, terutama sebagai bahan utama pakan unggas dan ternak besar. Ia menjelaskan, jika stok jagung stabil, maka industri peternakan akan lebih kuat, dan otomatis harga daging atau telur di pasar akan lebih terkendali.

Kadiskatan ingin pengembangan jagung di tingkat desa ini menjadi bagian dari strategi besar yang mampu menyatukan sektor tanaman pangan dan peternakan dalam satu sistem. Targetnya jelas, yaitu membangun kemandirian pangan di mana jagung dikelola oleh petani desa, diolah menjadi pakan, dan ujung-ujungnya tersedia protein hewani yang terjangkau bagi warga.

Keberhasilan di Desa Geresik ini juga menjadi bukti nyata bagaimana BUMDes bisa berperan aktif dalam mengelola potensi desa jika digarap dengan serius. Kepala Desa Geresik, Farman yang akrab disapa Ipong, mengakui bahwa pendampingan teknis dari hulu ke hilir sangat memengaruhi mentalitas dan semangat para petaninya.

“Pendampingan ini membuat petani lebih percaya diri. Selain produktivitas naik, sekarang peluang usaha baru berbasis desa juga mulai terbuka,” kata Ipong.

Meskipun dihantui tantangan iklim dan harga yang sering naik-turun, Pemkab Kuningan tetap berkomitmen untuk memperluas lahan jagung pakan sebagai tameng ketahanan pangan. Wahyu menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti karena sektor inilah yang menjadi fondasi utama urusan perut masyarakat.

Strategi Pengembangan Jagung Pakan di Kuningan

Berikut beberapa strategi yang dilakukan oleh Pemkab Kuningan dalam pengembangan jagung pakan:

  • Peningkatan Produksi: Melalui program peningkatan luas tanam dan intensifikasi pertanian, Pemkab berupaya meningkatkan hasil panen jagung secara signifikan.
  • Dukungan Teknis dan Pendampingan: Petani diberikan bimbingan teknis dari awal hingga akhir proses budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung.
  • Penguatan Kemitraan dengan BUMDes: BUMDes dianggap sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sumber daya pertanian dan pemanfaatan potensi lokal.
  • Pengembangan Industri Peternakan: Dengan ketersediaan jagung pakan yang cukup, industri peternakan dapat berkembang, sehingga memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.
  • Kebijakan Kemandirian Pangan: Pemkab berkomitmen untuk membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan, dengan jagung sebagai salah satu komoditas utama.

Peran BUMDes dalam Pengembangan Pertanian

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) memiliki peran penting dalam pengembangan pertanian di Kuningan. Dengan adanya BUMDes, potensi desa dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam pengelolaan lahan pertanian dan pemanfaatan hasil pertanian.

Di Desa Geresik, BUMDes Nanjung Holtikultura telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pendampingan yang diberikan oleh pihak BUMDes telah memberikan dampak positif terhadap semangat dan motivasi para petani setempat.

Tantangan dan Komitmen Pemkab Kuningan

Meski menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga, Pemkab Kuningan tetap berkomitmen untuk memperluas lahan jagung pakan. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Pemkab Kuningan terus berupaya keras dalam memperkuat sistem pangan melalui pengembangan jagung pakan. Dengan strategi yang terarah dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMDes, dan petani, harapan untuk kemandirian pangan di Kuningan semakin terwujud.



Panen jagung di Desa Geresik menjadi contoh nyata keberhasilan pengembangan pertanian berbasis komoditas lokal. Dengan hasil yang memuaskan, Pemkab Kuningan terus berinovasi dalam menghadapi tantangan yang ada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button