RS Pratama Penyagun yang Dibangun Rp42 Miliar Tetap Sepi

Rumah Sakit Pratama Penyagun di Kepulauan Meranti Masih Tidak Beroperasi Meski Sudah Selesai Dibangun
Selatpanjang (.CO) – Rumah Sakit Pratama Penyagun yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, sejak dibangun pada tahun 2024 hingga kini masih belum difungsikan. Padahal, proyek ini telah menyerap anggaran sebesar Rp42 miliar dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Berdasarkan informasi yang didapat, rumah sakit tersebut sebenarnya sudah memiliki peralatan medis dan sarana penunjang lainnya yang siap digunakan untuk operasional. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan situasi yang berbeda. Bangunan rumah sakit tampak masih baru dengan cat yang belum pudar dan papan nama yang berdiri kokoh, tetapi tidak terlihat adanya aktivitas pelayanan kesehatan sama sekali.
Area yang seharusnya menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat setempat justru terlihat sepi dan tidak ramai. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan penundaan pengoperasian rumah sakit yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, rumah sakit tersebut belum beroperasi karena masih terkendala proses perizinan. Ia menjelaskan bahwa beberapa izin yang saling berkaitan masih dalam tahap pengusulan untuk mendapatkan izin operasional dari Kementerian Kesehatan. “Tahun ini belum selesai,” ujarnya pada Senin (20/4/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa target operasional yang sebelumnya direncanakan pada pertengahan tahun ini kemungkinan akan tertunda. Salah satu kendala utama yang harus dipenuhi adalah ketersediaan tenaga medis sebagai syarat penting operasional rumah sakit.
“Pemenuhan tenaga medis menjadi syarat utama. Nantinya akan dilakukan penataan dan penempatan tenaga dari berbagai fasilitas kesehatan yang ada,” jelasnya.
Rumah sakit ini dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan nilai kontrak mencapai Rp42 miliar, dan dikerjakan oleh PT Sanur Jaya. Lokasinya berada di wilayah Penyagun, yang juga merupakan kampung halaman Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar.
Keberadaan RS Pratama Penyagun diharapkan dapat menjawab keterbatasan layanan kesehatan di wilayah pesisir selatan Meranti. Namun hingga kini, harapan tersebut belum terwujud akibat berbagai kendala teknis dan administratif yang masih harus diselesaikan.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera menuntaskan persoalan perizinan serta memenuhi kebutuhan tenaga medis, agar rumah sakit tersebut dapat segera dimanfaatkan dan tidak menjadi bangunan yang terbengkalai.
Fasilitas yang Tersedia
- Peralatan medis lengkap.
- Sarana penunjang lainnya seperti ruang rawat inap dan laboratorium.
- Area yang cukup luas dan nyaman.
Kendala Utama
- Proses perizinan yang masih dalam tahap pengajuan.
- Ketersediaan tenaga medis yang belum sepenuhnya terpenuhi.
- Tunda waktu operasional yang memengaruhi manfaat bagi masyarakat.
Harapan Masyarakat
- Agar pemerintah segera menyelesaikan masalah perizinan.
- Memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai.
- Menghindari pembengkakan biaya dan ketidakefisienan dalam penggunaan dana.
Dengan segala fasilitas yang tersedia, RS Pratama Penyagun diharapkan dapat segera beroperasi dan memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Meranti.




