Tiga Gempa Mengguncang Cimahi dan Sukabumi Jawa Barat Malam Ini

Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Cimahi dan Sukabumi pada Akhir Juni 2026
Pada akhir bulan Juni 2026, tiga gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Barat, khususnya Cimahi dan Sukabumi. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu yang relatif dekat, yaitu pada malam hari tanggal 25 Juni 2026 dan dini hari tanggal 26 Juni 2026. Berdasarkan data dari BMKG, gempa-gempa tersebut memiliki magnitudo berkisar antara 2,0 hingga 2,1. Meskipun kekuatannya relatif rendah, BMKG tetap memberikan peringatan bahwa informasi yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Gempa Pertama di Cimahi
Gempa pertama terjadi pada Kamis malam, 25 Juni 2026, pukul 19.33 WIB. Titik pusat gempa berada di darat, sekitar 7 kilometer utara Kota Cimahi, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 15 km. BMKG menyebutkan bahwa informasi ini dirilis dengan prioritas kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum sepenuhnya stabil dan bisa berubah.
BMKG juga menulis di akun resmi mereka:
“Info Gempa Mag:2.1, 25-Jun-2026 19:33:41 WIB, Lok: 6.80 LS – 107.57 BT, 7 km Utara KOTA-CIMAHI-JABAR, Kedlmn: 15 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Gempa Kedua di Sukabumi
Selanjutnya, pada malam yang sama, pukul 21.08 WIB, terjadi gempa kedua di Sukabumi. Pusat gempa berada di laut, sekitar 81 kilometer selatan Kota Sukabumi. Kedalaman gempa mencapai 34 km. Meski tidak begitu dalam, BMKG tetap memperingatkan bahwa data ini masih bersifat sementara.
BMKG melaporkan:
“Info Gempa Mag:2.1, 25-Jun-2026 21:08:43 WIB, Lok: 7.64 LS – 106.98 BT, 81 km Selatan KOTA-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 34 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Gempa Ketiga di Sukabumi
Pada Jumat dini hari, 26 Juni 2026, pukul 02.57 WIB, terjadi gempa ketiga di Sukabumi. Pusat gempa berada di darat, sekitar 39 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa mencapai 92 km. Meski lebih dalam, gempa ini tetap diberi disclaimer oleh BMKG.
BMKG menyampaikan:
“Info Gempa Mag:2.0, 26-Jun-2026 02:57:18 WIB, Lok: 7.30 LS – 106.70 BT, 39 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 92 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG juga merujuk pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menjelaskan tingkat dampak gempa. Berikut penjelasannya:
- I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
- II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
- III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
- IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
- V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
- VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
- VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
- IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipi dalam rumah putus.
- X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
- XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi
Saat gempa terjadi, penting untuk tetap tenang dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk keselamatan diri. Berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan:
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam rumah atau penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan ajak orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.Di kerumunan
Jika sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.Pusat gempa di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.




