
Persik Kediri
Madura United kembali menunjukkan dominasi mereka dalam pertandingan BRI Super League 2025/26. Pada pekan kedua kompetisi, tim asal Madura berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor akhir 2-1.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, menjadi momen penting bagi Madura United karena jatuh pada hari menjelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Permainan Madura United dimulai dengan agresivitas tinggi sejak menit awal. Dalam waktu dua menit saja, Iran Junior berhasil membuka keunggulan setelah menerima umpan matang dari Lulinha dan diteruskan dengan sundulan Jordy Wehrmann. Gol ini menjadi tanda bahwa Madura United siap meladeni perlawanan dari Persik Kediri.
Persik Kediri tidak langsung terpuruk. Tim tamu mencoba merespons dengan serangan-serangan cepat. Di menit ke-20, Telmo Castanheira mencoba melepaskan tendangan keras, namun Miswar Saputra tampil sigap untuk menghalau peluang tersebut. Meskipun demikian, Persik tetap berusaha mencari celah untuk menyamakan skor.
Pada menit ke-30, Justin Atieda nyaris menyamakan skor setelah memperoleh kesempatan emas. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih melebar dari gawang Madura United. Babak kedua menjadi panggung bagi Persik Kediri untuk tampil lebih agresif. Mereka mengancam melalui serangan yang dilakukan oleh Yoga Aditama dan Imanol Garcia. Namun, lagi-lagi Miswar Saputra menjadi benteng kokoh yang menghalangi serangan lawan.
Di tengah tekanan dari Persik Kediri, Madura United justru mencetak gol kedua pada menit ke-87. Taufany Muslihuddin memanfaatkan serangan balik cepat untuk menggandakan skor. Kehadiran gol ini memberikan dorongan besar bagi Madura United dalam mempertahankan keunggulan mereka.
Gol telat yang dicetak oleh Imanol Garcia di masa injury time tidak cukup untuk menyelamatkan Persik Kediri dari kekalahan. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim tuan rumah yang selama beberapa laga terakhir gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.
Pelatih Madura United
Pelatih Madura United, Alfredo Vera, menyampaikan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. “Kami disiplin bertahan dan efektif memanfaatkan peluang,” ujarnya.
Catatan positif Madura United semakin kuat. Dalam empat laga tandang terakhir, termasuk saat menghadapi Persik Kediri, mereka berhasil meraih tiga kemenangan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat melawan Semen Padang FC. Hal ini memperkuat julukan “jago tandang” yang melekat pada tim ini.
Selain itu, kemenangan ini juga memperpanjang rekor positif Madura United atas Persik Kediri. Dalam dua pertemuan terakhir, Madura United berhasil menang secara beruntun. Dari sembilan pertemuan terakhir, Madura United mencatat lima kemenangan sementara Persik hanya mampu meraih tiga kemenangan dan sisanya berakhir imbang.
Persik Kediri terus mengalami tren buruk di kandang. Terakhir kali menang di rumah sendiri terjadi pada 21 Desember 2024 saat melawan Semen Padang. Sejak saat itu, dalam sembilan laga kandang berikutnya, Persik tidak pernah meraih kemenangan. Empat laga terakhir bahkan berakhir dengan kekalahan.
Kekalahan dari Madura United menambah tekanan bagi Persik Kediri untuk segera bangkit. Dukungan suporter di kandang tidak cukup menghindarkan mereka dari tren negatif yang terus berlanjut.
Dengan hasil ini, Madura United semakin percaya diri menghadapi laga berikutnya di BRI Super League. Mereka berharap catatan positif terus berlanjut sebagai persembahan menyambut HUT ke-80 RI. Sementara itu, Persik Kediri harus segera mencari solusi untuk memutus rekor buruk di kandang.